Theme by maraudersmaps
it's all about me about my favourite about Big Time Rush and about my country please follow me and enjoy it
1 2 3 4 5 »

Malming terakhir 2013 cuyy~ – at Robuchon Paragon City Mall with Olivia – See on Path.

via: http://www.facebook.com/erin.oncy

image

On the phone..

“Ry,kamu dimana?aku udah siap ini”

“iya sayang,ini bentar lagi sampai kerumah kamu kok,tadi di lampu merah macet”

“lama banget sih,perasaan deket deh rumah kamu sama rumahku,gak jauh jauh banget”

“iya sabar sayang,liat nih aku udah sampai”

Harry melambaikan tangannya kepadaku,dia tersenyum kepadaku saat dia maasih duduk di motor CBR-nya. Aku menghampirinya dalam keadaan cemberut,dengan maksud membalas senyuman dia.

“loh kok cemberut gitu sih,entar tambah jelek loh,ih jelek banget”ejek Harry sambil mencubit hidungku yang tambah pesek ini

“ih apaan sih,gak usah pegang hidung aku,tak ternilai nih”balasku dengan ketus

“Loh?kok gitu?ayo yang ulang tahun kok malah ngambek gitu sih,kalo gitu aku pulang aja yah,gak jadi kasih kadonya”ejek Harry

“what?! NOOO!jadi jadi! Nih liat udah gak ngambek lagi kan” ucapku sambil memamerkan senyumku kepada Harry

“okay princess,ayo naik ke kuda putihmu ini yah,pangeran siap mengantarmu”kata Harry sambil mengasih helm yang dia bawa kepadaku

“lebay banget deh,pake kuda putih segala,ini motor bukan kuda,harry”kataku sambil memasang helm dan duduk dibelakangnya

“loh tapi kan aku emang pangeran,tinggal di kerajaan London”ledeknya sambil menstarter motornya

“yeee itu Pangeran Harry kali,bukan kamu,weeek”ledekku

“ohya hidupin playlist kita yah,yang lagu No Ceiling – Cody Simpson”kata Harry

“Siap bos!”kataku sambil menghidupkan lagu ini di dalam playlistku

“Ready Princess?Okay,Lets Go”dan Harrypun menggaskan motornya.

Bang Bang Bang

Is the sound of my heart

Everytime I look at you

And is bang bang bang

The sound of your heart

When you’re looking at me too?

Lagu ini mengiringi perjalananku dengan Harry. Yap, Harry senang banget sama lagu lagu dari Cody Simpson,terutama dengan albumnya yang muncul di musim panas ini. Harry ini penggemar musik bergenre RnB Pop.Tapi bukan berarti dia adalah big fan dari Cody Simpson. Dia hanya suka dengan lagunya. Dan Harry yang membuat playlist ini di hp aku,karena dia tahu aku juga menyukai musik bergenre sama dengannya. Gak terasa sudah sebulan aku berpacaran dengan Harry,dan karena sekarang masih musim panas,sebelum akhirnya aku dan Harry masuk sekolah,Harry mengajakku pergi ke suatu tempat.

 I see there ain’t no ceiling

On the way that you got me feeling

And every night we’re in the moonlight dreaming

That we could go all the way

This love could reach the sky

Sampai pada akhirnya,motor yang dibilang kuda putih ini berhenti. Akupun kaget dan melepaskan headset yang melekat di telingaku. Aku melihat sekeliling tempat ini. Kenapa Harry membawaku kesini?apa maksudnya?ada apa dengan tempat ini? Apakah dia akan menjadikan tempat ini menjadi salah satu tempat kenangan kita berdua?Mungkin..

Tempat ini lebih terlihat seperti DANAU. Suasana pohon yang masih rimbun,dengan danau ditengahnya,dan rumput-rumput yang mengitari danau ini. Danau ini sepi sekali,cuma sesekali terdengar burung berkicau,kenapa Harry membawaku ketempat sepi seperti ini?Akupun menghampiri tepi danau,Harry hanya menatapku berjalan ke arah tepi danau,dan akupun melihat danau yang begitu jernih airnya. But,tunggu sebentar, apa itu?mahluk apa itu?berwarna hijau,dan dia memiliki tempurung,mengapung ditengah kolam,bukan hanya satu,ataupun dua,tapi ini banyak,banyak sekali. Kepala mereka menjulur keatas,seperti mereka sedang berjemur,aku memerhatikan mereka dengan seksama. Mereka lucu.Mahluk ini lucu.sangat lucu bagiku. Dan sesekali mahluk itu melihat kearahku saat Harry menghampiriku..

“lucu kan mereka Em?”tanya Harry kepadaku

“Iyaah Ry,itu kura kura bukan?”tanyaku balik kepada Harry

“iya Em,itu Kura Kura Brazil,kalaau nama lainnya Red Eared Slider”jelas Harry saat menatap ke danau

“Red Eared Slider?”

“iya kamu tau kenapa mereka disebut Red Eared Slider?” tanya Harry kepadaku sambil menatapku

Aku menggeleng. Segera dia meraih tanganku dan menghampiri salah satu mahluk hijau ini,yang dia sebut Red Eared Slider.

“wow!easy Harry,hati hati,kura kura ini kan reptil Harry”kataku dengan takut

“tenang Em,lihat nih,kita pegang mereka dari belakang,merangkul tempurung mereka,karena dengan itu mereka tidak bisa menggigit tangan kita,kura kura brazil adalah kura-kura yang gampang beradaptasi dengan manusia,makanya kura kura brazil ini tidak akan mau menyakiti kita kalau kita tidak menyakiti mereka”jelas Harry sambil mengelus kura kura ini

“ih matanya,lucu banget!” kataku kepada Harry

“kamu lihat garis merah ini?yang berada dekat dengan mata mereka?”tanya Harry sambil mennjuk ke arah garis merah itu

“orang bilang itu seperti telinga mereka. Kamu tahu Em? Kura Kura gak punya telinga,tapi mereka dapat mendengar kita yang sedang berbicara ini” jelas Harry sambil tersenyum kepadaku

“Kamu mau pegang dia?”tanya Harry melihatku

“takut Harry”ucapku

“gapapa Em,kan ada aku disini,aku bantuin kok,sini tangan kamu”ucapnya sambil meraih tanganku,dan perlahan membuat tanganku memegang bagian belakang tempurung kura kura ini.Kaget. tapi setelah itu,aku sudah terbiasa dengan mengelus tempurung kura-kura ini.

“Kura kura punya pembuluh darah di dalam tempurungnya,makanya mereka bisa merasakan tangan kamu menyentuhnya,menyentuh tempurung dia yang keras seperti batu ini”Jelas Harry menatapku saat aku menatap balik dia.

“lucunyaa!liat kaki dan tangannya lunak banget!”gumam ku kepada Harry

Harry hanya menatapku dan tersenyum kepadaku. Sesekali dia mengelus kura kura yang aku pegang dan kembali menatapku.Aku balik menatapnya dengan senyumanku. Aku bisa lihat dari matanya kalau Harry senang sekali saat aku memegang kura-kura ini dengan gembira.

“Danau ini milik kakekku,dia buat danau ini karena dia senang dengan Red Eared Slidernya. Dulu dia punya 6 kura- kura. 3 pasang. Dan sekarang sampai sebanyak ini.Sejak Kakek meninggal,gak ada lagi yang mau ngurusin danau ini dan kura kura yang sebanyak ini.Aku mau Em,jujur aku mau banget ngurus danau ini. Karena aku masih sekolah aja aku gak bisa maksain kehedakku. Aku juga sadar Em,kalo aku masih dibawah asuhan orang tuaku. Jadi gakmau terlalu ngerepotin orangtua. Tapi tiap minggu,pasti aku kesini,aku kasih makan kura kura ini.” Katanya kepadaku

“so,yang selama ini ngurusin danau ini siapa?”tanyaku dengan bingung

“oh ada, paman Rey dan Roy,mereka kembar loh Em,jadi merekalah yang ngurus danau ini,gak berdua aja,mereka juga ngajak temen temen mereka kok,karena mereka berdua anak kesayangan kakek,jadi kakek ngasih tanggung jawabnya sama mereka”ucap Harry kepadaku

“oh gitu,oke oke,ngerti sekarang”jelasku

“kamu mau ngasih makan mereka Em?sekaligus kamu pilih dua diantara mereka sebagai kado ulang tahunmu” kata Harry dengan memegang kotak kaca yang tertutup dengan plastik berjaring berwarna kuning

“okay Harry! I would love to !”kataku sambil tertawa menatapnya

“nih pegang kotak ini dulu,aku mau ke gudang ngambil makan,bentaran aja kok”ucap Harry sambil memberi kotak kuning itu kepadaku

“aku mau ikut Ry,aku mau lihat pemandangan danau ini”jawabku sambil meraih kotak kuning itu

“baiklah neng,kalo kamu maunya gitu,ngikut ajadeh”jawab Harry menatapku

“nih. Pasang headset ini ditelinga kamu. Biar gak boring aja saat jalan ke gudangnya”Kataku sambil melekatkan salah satu headset ini ketelinga Harry. Harry pun langsung berkata..

“pilihan tepat, Summertime Of Our Lives – Cody Simpson “menatapku dengan senyumnya yang selalu aku rindukan.

Everyday at twilight

When the sun turns red in the sky

I think of you on that shoreline

Brushing the hair from your eyes

We were drawing our names in the wet sand

And running away as the tide rode in

 

Kami bercanda dalam perjalanan menuju gudang. Gudangnya lumayan jauh. Karena mungkin gudang itu dibuat jangan sampai menghalangi indahnya pemandangan didanau ini. Sesekali Harry menggelitikku saat perjalanan. He’s so happy. Tawanya, candanya membuatku merasa menjadi cewek yang paling bahagia pada hari itu. Saat reff pada lagu ini, Harry merangkul tanganku,tersenyum kepadaku dan menyanyikan reff ini..

Wherever you are,no matter how far

I promise that  I won’t give up on you

They say out of sight means out of mind

But they couldn’t be further from the truth

Cause I’m in love with you

I’m still in love with you

 

Mungkin aku memang cewek yang paling bahagia saat itu,walaupun suara dia gak sebagus penyanyinya,tapi saat dia menyanyikan itu untukku,aku merasa kayak cewek yang beruntung yang bisa dinyanyikan diatas panggung bersama dia,Harry diatas panggung,bukan Cody Simpson.Harry bisa aja tampil diatas panggung,karena dia seorang drummer.bukan seorang singer. Tapi tetap saja,tanpa iringan drum,panggung gak akan hidup.

We had the summertime of our lives

Nothing has ever felt so right

The summertime of our lives

Even though, we had to say goodbye

I know when the water gets warm

You’ll come back to me

Aku dan Harry akhirnya sampai di gudang tersebut. Tempat yang dibangun dari kayu,berada jauh dari lokasi danau dan dikunci dengan balok kayu.  Harry pun menyingkirkan balok kayu itu dan membuka pintu gudang tersebut. Aku mengikuti Harry masuk ke dalam gudang. Foto,alat-alat untuk membersihkan tempat ini,dan sebuah sampan dengan dayungannya.

“sampan ini kenapa disimpan disini?”Tanyaku dengan Harry sambil memegang sampan kayu ini

“oh sampan ini udah rusak,udah gak bisa dipakai lagi,udah Em,jangan di pegang,debu loh”ucap Harry

Sampan kayu ini memang sudah lusuh,berdebu,bahkan banyak yang bolong,tapi aku suka sampan. Suka sekali. Aku menghiraukan apa yang diucapkan Harry kepadaku. Aku tetap memegang sampan ini,memegang seluruh badan dari sampan ini. Sampai aku menyadari,ada ukiran tulisan pada sampan ini. Aku membuang debu yang menutupi tulisan ini. Harry hanya menatapku. Aku melihat ukiran tulisan ini. Tertulis HarryHelen di ukiran ini. Helen?siapa Helen? Mantan diakah?atau Helen ini adalah seseorang yang selalu membawanya kesini?yang selalu menjadi alasan kenapa dia peduli dengan danau ini?siapa dia?sebegitu pentingkah Helen untuk Harry?

“Helen,siapa dia Ry?”tanyaku sambil menatapnya

Harry terdiam. Dia seperti enggan membalas pertanyaanku. Dia menunduk. Menghela napasnya. Sesekali aku mendengar isakan tangisnya dengan suara kecilnya. Aku terus menatapnya. Harry masih menundukan kepalanya. Aku mendekatinya. Memegang tangannya yang sedang membawa makanan kura-kura.

“Ry,are you okay?kamu kenapa? Aku salah ngomong ya sama kamu?”ucapku saat memegang tangannya

Harry mulai menegakkan kepalanya. Matanya memerah. Harry menatapku. Terus menatapku. Sesekali dia melihat sampan itu dan kembali menatapku. Dan Harry mulai berbicara…

 

“Helen. Helen adalah gadis luar biasa. Helen adalah adik kembarku,Em. Dia meninggal empat tahun lalu. Dia meninggal karena menyelamatkanku. Kami berdua sedang dalam perjalanan pulang dengan motor. Dia bilang dia mau mengendarai motor itu dan aku yang berada di belakang. Karena hari itu adalah hari ulang tahunnya,akupun hanya mengganguk dan membiarkan dia membawa motor tersebut. Saat di jalan, Helen kehilangan kendali dan kami tertabrak truk. Kami terpental. Tapi Helen sangat terpental jauh. Motor kami hancur. Akupun gak sadar saat aku sampai dirumah sakit. Saat sadar,yang aku dengar hanyalah tangisan kedua orangtuaku. Dan saat sadar yang aku tahu hanyalah bahwa Helen sudah meninggal dan mengorbankan jantungnya untukku.”ucapnya dan segera langsung menundukan kepalanya

Jadi begitu ceritanya. Harry punya saudara kembar. Helen namanya. Nama yang terukir di sampan itu. Sampan kayu yang lusuh itu. Dan aku sangat yakin kalau Helen sangat menyukai sampan. Sama sepertiku. Dan aku juga yakin,kalau Helen sangat menyanyangi Harry. Seperti Harry menyayanginya. Seperti Harry menyayangiku. Akupun langsung menegakkan kepala Harry.  Menghapus air matanya dan tersenyum kepadanya. Harry menatapku.

“ Ry,aku yakin Helen pasti sudah tenang disana. Dia pasti bangga punya kakak sepertimu. Aku yakin itu. Jangan membuat dirimu bersalah Ry. Ini bukan salah kamu. Ini sudah takdirnya. Soooo, karena ini ulang tahunku,aku gakmau ada yang mewek-mewekan disini! Ayo, kita kembali ke danau, dan mengambil hadiah yang kamu kasih ke aku. Setelah itu kita kasih makan  Red Eared Slider milikmu.Ayoo!” ajakku kepada Harry

Harry kemudian tersenyum. Aku membalas senyumnya. Meraih tangannya dan mengajaknya keluar. Harry kembali menutup gudang kayu tersebut. Menutup kesedihan yang terjebak di dalam gudang tersebut. Menutup lembaran kesakitan di dalam gudang tersebut. Kami pun kembali pergi ke danau. Harry menemaniku mengambil Red Eared Slider milikku. Harry mengambil sepasang kura-kura dari dalam danaunya dan meletakkannya di kotak kaca yang telah aku pegang. Aku senang melihatnya. Melihat Harry dan melihat kura-kura yang dia pilih untuk menjadi milikku. Harry menutup kotak kaca yang aku pegang ,mengambil kotak kaca dari tanganku dan meletakkannya disampingnya. Harry mengambil ember makanan kura-kura dan memberinya kepadaku.

“Nih Em, kasih makan mereka yah. Setelah itu kita pulang. Sudah sore. Lagian sebentar lagi mau hujan.”ucap Harry saat memberi ember makanan kepadaku

Aku memberi mereka makan. Mereka langsung menuju ketempat dimana makanan itu berada. Merebut makanannya. Melahapnya. Mereka adalah Red Eared Slidernya Harry. Mereka milik Harry. Aku milik Harry.

Kami pun sampai dirumahku. Aku turun dari kuda putihnya Harry. Melepas helm dan memberikannya kepada Harry.

“ Makasih buat hari ini yah Ry. This is the best present brithday ever. Makasih buat dua little red eared slidernya” ucapku sambil menunjukkan kotak kaca yang berisikan dua kura-kura.

“sama sama Em. Aku senang kalau kamu hargain pemberian dari aku.”kata Harry kepadaku

“iya Ry. Kayaknya bentar lagi bakalan hujan deh. Mending kamu pulang sekarang yah. Hati- hati di jalan. Nanti kalau kamu sudah sampai rumah,telfon aku yah.” Ucapku sambil tersenyum kepadanya

“okay princess,bye”Harry membalas senyumanku.

“bye” kataku sambil pergi menuju ke dalam rumah. Kemudian aku mendengar suara Harry memanggilku

“Emm,aku lupa sesuatu”katanya kepadaku. Aku pun langsung kembali menghampirinya

“ Apa Ry?aku sudah ngasih hp kamu kan yang aku keluarin dari tas aku?”tanyaku kepadanya

Harry hanya terdiam dan tersenyum menatapku. Dia memegang lenganku dan mencium keningku. Aku kaget.Shock.

“Ih jelek banget ekspresinya. Hahaha. Aku pulang yah bye!” ucap Harry tertawa dan menggas motornya pergi menjauhiku berdiri di depan rumah.

Aku menuju kamarku. Meletakkan kotak kaca yang berisi red eared slider mlikku. Hari ini  adalah hari yang telah mengisi memori yang berada di kepalaku. Memori dimana aku menyukai Red Eared Slider.Red Eared Slider milik Harry. Dan juga milikku. Milik kita. We have the Summertime Of Our Lives,Harry.Berakhirlah musim panas ini dengan kenangan terindah. Kenangan yang akan selalu aku ingat. Kenangan yang tak pernah terlupakan. Kenangan yang tersimpan di dalam memori-memori ini

 

Cause wherever you are,no matter how far, I promise that won’t give up on you

-To be Continue-

via: http://www.facebook.com/erin.oncy

ceritanya mau bikin cerpen malah jadi cerita bersambung mohon di baca yah dan kasih saran :) -erinylz-

No Rain Without Red Eared Slider (Part 1)

image

Aku beranjak ke dapur untuk membuat segelas coklat hangat,mengambil cup yang berwarna hijau bergambarkan kura kura kecil yang sedang menatap ke arah ku, aku pun melihat keluar jendela dekat dapur,melihat my little red eared slider yang sedang mengapung ditengah kolam dikelilingi air hujan. Rain,is always be the reason why I’m still survive until now. Because i love rain and my little red eared slider loves rain too. Gaktau kenapa,saat cuaca mulai mendung, akupun merasa sangat senang,karena perasaan yang melalui hati tidak bisa dipungkiri. Aku beranjak keluar rumah dan duduk dalam ayunan taman milik rumahku,suatu tempat yang paling cozy yang selalu aku kunjungi,terutama saat hujan. Karena disinilah,aku bisa merasakan hawa dingin yang berasal dari hujan dan angin,mencium bau air hujan favoritku. Its fresh and cool. Beda banget sama air conditioner. Sesaat my little red eared slider melihat kearahku dan setelah itu dia berenang kedalam batu,bersembunyi. Karena hujan ini, aku mengingat kembali memori yang masih melekat di kepalaku,memori yang gak akan pernah aku lupakan,memori yang selalu membawa kebahagiaanku dan juga kesedihanku.

This memories…

“ Maaaa,dimana kaos kaki Emma?”ucapku sambil membongkar lemari satu demi satu

“ mungkin masih ditempat gosokan Emma,ayo cepat,papa sudah menunggu didalam mobil” segera setelah mama mengucapkan itu,akupun pergi ke tempat gosokan dan mengambil sepasang kaos kaki,menghampiri mama untuk mencium tangannya dan beranjak ke mobil,adik aku elia dan papa sudah menunggu didalam mobil.

“kamu ini gimana sih,ini hari pertama kamu di tahun ajaran baru kan?”ucap papa sambil memundurkan mobil dan membunyikan klakson ke arah mama

“iya pa,emma gak bisa nemuin kaos kaki emma,mama gak bilang sih belum ditaro di lemari,emma kan bingung jadinya”ucapku sambil mengeluh

“dapat kelas 8 apa kak?”ucap adekku menyela “8b deh dek,soalnya aku juga belum liat daftar nama aku,tapi kata temen temen aku dapat kelas 8b”ucapku menjawab.

Kami pun terdiam didalam mobil sambil melihat jalanan,aku yang pertama diantar papa. Setelah sampai di sekolah,akupun mencium tangan papa dan menaro uang lima ribu di kantongku,setelah itu aku keluar dari mobil.Aku telat.Sehingga,aku meletakkan tasku dibelakang barisan upacaraku. Biasanya aku akan berada di barisan paduan suara,menyanyi merupakan hal yang paling aku sukai,tetapi karena aku telat akupun berada di barisan yang aku gaktau itu barisan kelasku atau bukan.Upacara telah selesai,akupun menggendong tasku dan menuju teman temanku,mereka bilang aku masuk di kelas 8b,kelas yang berada di lantai dua di lorong kiri barisan kedua. Aku berkumpul dengan teman-teman yang sekelas denganku pada saat aku kelas 7.

Akupun melihat sekeliling dan… there he is, dia adalah seseorang yang akan menumbuhkan banyak memori di kepalaku,dia seseorang yang membuatku menyukai red eared slider,dan dia seseorang yang akan mengingatkanku pada hujan.

“ Hey Emma ! di cari tuh, sama Nathan,hahaha” ucap Harry “Hah?”aku kaget. Nathan, he’s just my exboyfriend,kenapa kita putus?he’s so shy!kalau aku pendiam dan dia juga pendiam gimana aku bertahan sama dia,lagian ini adalah masa masa cinta monyet bersemi di smp. Kita cuma tahu kalo kita suka dengan dia dan jadian. Tapi akhir akhir ini aku merasa,aku kangen dia. I miss him so much. Mungkin gak aku suka lagi?mungkin saja. Tapi Nathan bukanlah orang yang akan mengingatkanku pada hujan. Bukan dia.

Saat semester kedua,seluruh sekolah yang berada di kotaku akan melakukan study tour,dalam perjalanan,aku sering textingan sama Nathan,kami beda bus,karena kelas kita beda. Aku masih single,dia juga masih single, so what?saat aku melihat dia turun dari bus,aku melihatnya,dan dia pun membalikkan arah dan menatapku,ketika temennya menunjukan jari telunjuknya ke aku,Nathan tersenyum kepadaku,akupun tertawa dan melanjutkan perjalananku. Senang ? pasti dong,tapi saat Nathan tersenyum kepadaku,aku sadar,aku gakmau mengulang kejadian itu untuk kedua kalinya. So,setelah berakhirnya study tour,aku dan Nathan sudah lost contact. Aku pun fokus dengan pelajaran bahasa inggris yang sedang Mr.George terangkan di depan. Tiba- tiba suara dia,suara yang selalu akan aku rindukan..

“hey Emma, Nathan masih suka loh sama kamu,beneran deh,aku bakal bantuin kok kalo mau masih sama dia”

“what?”

“aku tau kok Emma kamu masih suka sama Nathan,ya emang mungkin Nathan dulu pernah salah sama kamu,tapi aku bisa pastiin deh,kalo dia bakal selalu smsin kamu,care sama kamu,gimana?entar pulang sekolah ketemu ya,aku minta nomor kamu biar kamu bisa lebih dekat sama dia”

“oke,tunggu di gerbang yah”

“sip neng!”

Teeeeeeeeet. Bel pulang sekolah pun sudah berbunyi,aku merapikan buku dan meletakkannya di tas,dan aku beranjak keluar kelas,pergi ke gerbang melihat sekeliling dan akupun memanggil dia…

“HARRY!” Harry pun memandangku dan menuju kearahku

“Hey Emma,lama banget sih kamu,aku tungguin daritadi nih,berapa nomor kamu?”

“sini biar aku aja yang ngetik di hp kamu. Nih udah”

“thankyou ya Emma,entar aku sms ya”

“Ry, Nathan ngeliatin kita loh” Aku melihat Nathan menatap kearahku yang sedang berbincang dengan Harry,dan mukanya penuh dengan keseriusan dan penasaran

“Haha biarin aja,biar dia ngerasa jealous,jadi tambah keliatan deh kalo dia masih suka sama kamu”

“okedeh, aku pulang dulu yah udah di jemput bye harry “

“Bye Emma” Harry tersenyum kepadaku. Senyuman ini,senyuman yang akan selalu membawa aku dalam ketenangan,senyuman ini yang akan menjadi alasan kenapa aku memilih dia kelak,senyuman ini yang akan selalu menghampiri aku saat aku dalam kesedihan,Senyuman ini…

Sejak saat itu, Harry dan aku selalu textingan,gak siang gak malam,karena pagi aku dan Harry bersekolah,kami selalu membahas tentang Nathan,tapi hari itu,aku merasa sangat bosan membahas tentang Nathan dan akupun memulai untuk menanyakan tentang keadaan Harry..

Kamu lagi apa?(send)

Aku lagi balas sms kamu aja Em,daritadi kan kita smsan ya aku lagi balas sms kamu dong,hahaha

Kamu udah makan Em? Lagi apa?(reply)

Harry cares about me. Sejak hari itu kami sudah jarang membahas tentang Nathan,kami memulai pembicaraan tentang apa yang kami sukai,tentang pelajaran,tentang sifat teman-teman dia dan teman-teman aku,dan tentang kesukaan aku dan dia..

“hay Emma” Harry menghampiriku di depan gerbang

“eh Harry,ciyeee yang baru dari luar kota nih,mana oleh oleh nya?haha” ucapku bercanda

Segera Harry mengambil sesuatu dari tasnya dan mengeluarkannya “ini buat kamu em”

Kalung berbentuk Hati,dililit dengan besi yang diberi warna ungu dengan benang hitamnya, beranjak kearah tanganku. Aku meraihnya,how beautiful is it. Harry tahu kalau aku suka warna ungu dan Harry tahu kalau aku suka yang namanya accesories.

“aku mau kamu pake kalung itu yah Em,yah gak mahal sih,cuma aku pingin kamu hargai apa yang aku kasih ke kamu,sorry ya hanya bisa kasih kalung ini,terima ya” ucap Harry saat aku memegang erat kalung ini

Pasti Ry, pasti aku pakai kalung ini. Pasti aku hargai kalung ini. Pasti aku simpan baik-baik kalung ini. Pasti aku terima kalung ini. Pasti …

Sejak saat itu, aku sadar,aku gak akan balikan lagi sama Nathan, karena aku suka Harry. Bukan perhatian Nathan yang aku butuhkan,melainkan perhatian dari Harry. Dan akupun sadar kalo Harry juga suka sama aku. Kami selalu textingan setiap hari,setiap jam,setiap menit.Sampai pada akhirnya saat aku sedang makan di foodcourt bersama keluarga aku..

“Emma,jangan main hp terus,ayo dimakan makanannya,gakboleh main hp pas makan,Papa kan udah pernah bilang papa gak suka kalo kita makan kamu main hp”ucap papa saat aku sedang asyiknya membalas sms dari Harry

“iya iya Pa,jangan marah marah ah cepat tua loh entar”aku meletakkan hp di meja dan menghabiskan makananku,aku merasakan getaran dari hp aku yang menunjukan ada sms,tapi karena gakmau lagi dimarahin Papa,mendingan aku habiskan makananku dulu. Setelah aku menghabiskan makananku aku langsung membuka hp dan aku terkejut..

Emma,aku suka kamu,aku udah gak tahan sama perasaan ini,besok aku mau ngomong sama kamu secara langsung,aku harap kamu gak kecewain aku(reply)

He likes me?!Ngomong?Ngomong apa?!Nembak?!mungkin itu maksudnya,tapi masak iya Harry mau aku jadi pacarnya?banyak cewek yang lebih cantik dari aku,dan aku tahu kalo Kelly suka sama Harry.Kelly adalah temanku dan Harry,Kelly sangat mendukung aku sama Nathan,karena dia suka sama Harry.Besok, mungkin adalah hari yang gak akan aku lupakan sampai sekarang,dan besok adalah hari dimana memori-memori ini dimulai,memori yang selalu menuntunku untuk mempertahankan dia…

Teeeeeet. Bel pulang sekolah pun berbunyi,aku ingin segera pulang,badanku lelah,karena olahraga hari ini,aku lupa semua omongan sama Harry tadi malam,I just wanna go home..

“hey Emma,kamu tunggu disini yah,jangan kemana mana”ucap Miley,sahabatku.

“what?why?come on Miley, i wanna go home”eluhku

Miley pergi keluar kelas,dan aku pun memulai membereskan buku bukuku ke dalam tas,masa bodoh sama Miley,aku mau pulang pokoknya,lagian sebentar lagi mama akan sampai ke sekolah,dan pasti dia marah marah kalau aku gak nungguin dia di depan gerbang.

“Emmmm…” suara ini,aku mengenalnya,suara yang menjafi moodbooster aku nantinya.

“Harry,ngapain kamu kesini?kok belum pulang?”

‘kamu lupa yah?aku kan mau ngomong sesuatu sama kamu,bentar deh kesini” Harry langsung meraih tangan aku dan mengajakku pergi kebelakang kelas,dia terus menatapku,dia melihat tanganku dan meraih keduanya,mengangkatnya,dan memegangnya dengan erat,aku membalas tatapannya..

“Emma,kita tahu kan selama ini kita udah dekat selama sebulan,dan aku ngerasa nyaman sama kamu,kamu juga care sama aku,so would you be my girlfriend?”Harry menatapku,menunggu jawabanku,menunggu kepastian dari aku,menunggu keputusan aku tentang hubungan ini..

“yes i will”kataku

“what?apa Em?aku gak denger Em”Harry meledekku

“yes Harry! Aku mau,sekarang mending kita pulang karena aku udah dijemput”

Harry tertawa dan tersenyum kepadaku,itu adalah dua hal yang menjadikanku alasan kenapa aku menerima dia. Yap , now i have Harry. I have Harry as my boyfriend. Harry yang akan mengisi memori-memori di kepala ini. Tepat di tanggal 1 di bulan musim panas ini,Harry resmi menjadi milikku,Harry milik Emma,dan Emma resmi menjadi milik Harry.

Cause wherever you are,no matter how far, I won’t give up on you

-To be continue-

 

 

via: http://www.facebook.com/erin.oncy